Monday, August 1, 2011

MALAIKAT BERDOA UNTUK ORANG-ORANG INI.........

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0Aix-CkSU4QnL2bDwtIOZVvW_gv8f3Qkhl0Hk1KlLfqiYe4ciUc04KuTc2Ki9-QPUbyDbpplmeaDkWTIDkgAR1xANT_QyFIoo6euCdoHrjLHfvDL1V1rg0aNo7_uBP_mJ3eIiyz4BKaw/s400/images.jpg

Allah SWT berfirman, "Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang-orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya" (QS Al Anbiyaa' 26-28)

Jadi siapa yang tak ingin didoakan oleh makhluk Allah yang paling taat ini?


Kalau ingin didoakan para malaikat, lakukanlah amal soleh berikut ini.


1.. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. Imam Ibnu Hibban meriwayatkan
dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci'"
(hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2.. Orang yang duduk menunggu shalat. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra.,
bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'" (Shahih Muslim no. 469)

3.. Orang - orang yang berada di shaf bahagian depan di dalam shalat. Imam Abu
Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)

4.. Orang - orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalm shaf). Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf"
(hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)

5.. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al
Fatihah. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (Shahih Bukhari no. 782)

6.. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'"

(Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)

7.. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'"
(Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)

8.. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Shahih Muslim no. 2733)


9.. Orang-orang yang berinfak. Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'"

(Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)

10.. Orang yang makan sahur. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang makan sahur"

(hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)

11.. Orang yang menjenguk orang sakit. Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh"

(Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih")

12.. Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain"

(dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)

Mari perbanyak beribadah dan beramal soleh di bulan yang penuh berkah ini.

Sunday, July 31, 2011

PUASA MENGIKUT CARA RASULLAH SAW

Sahabat yang dihormati Allah, Ramadhan yang kita nanti-nantikan telah tiba untuk sekali lagi kita berada di dalamnya. Ini tanda Allah masih sayang kepada hamba-hambanya dengan memberi sekali lagi peluang untuk kita bertemu dengan bulan yang penuh keberkatan ini. Berpuasa adalah aktiviti terpenting dalam bulan ini. Persoalannya bagaimana tips-tips yang diajar oleh Rasulullah s.a.w untuk puasa kita dinilai tinggi oleh Allah? Mari kita telusuri satu persatu.

Rasulullah s.a.w Bersahur

Rasulullah menganjurkan kita untuk bersahur sebelum aktiviti menahan diri dari makan dan minum di siang hari dimulakan. Bagaimana Rasulullah s.a.w bersahur? Bersahur bukanlah dilakukan ditengah malam, tetapi ia dilakukan di awal pagi, iaitu waktu yang sangat hampir dengan waktu solat subuh. Bersahur juga memberi kesegaran untuk kita menghabiskan hari siang kita dengan berpuasa. Rasulullah s.a.w bersabda:

Dari Anas Bin Malik r.a: Rasulullah s.a.w bersabda: Bersahurlah kerana pada sahur itu terdapat keberkatan.
(HR: al-Bukhari)

Rasulullah s.a.w juga menekankan kepada kita untuk bangun bersahur kerana ia adalah salah satu dari cirri-ciri bersahur orang Islam. Sabdanya:

Perbezaan antara puasa kami dengan puasa ahlu al-Kitab adalah makan sahur
(HR: Muslim)

Rasulullah Menyegerakan Berbuka

Tidak melewat-lewatkan berbuka puasa adalah salah satu tips berpuasa yang di ajar oleh Rasulullah. Ini kerana, perbuatan itu sangat mendatangkan kebaikan untuk mereka yang menahan diri dari makan dan minum.

Rasulullah s.a.w di dalam hadithnya menerangkan kepada kita seperti mana yang dilaporkan oleh al-Bukhari & Muslim:

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : " لا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ "
Manusia itu akan terus berada dalam kebaikan selagi mana dia menyegerakan berbuka puasa.

Perbuatan melambat-lambatkan berpuasa puasa adalah salah satu perbuatan yang dilarang oleh Rasulullah s.a.w. Masyarakat kita sering melihat perkara ini sebagai satu isu remeh. Apa yang terjadi dalam rata-rata masyarakat kita di Malaysia, ketika masuknya waktu solat maghrib (waktu untuk berbuka puasa), mereka masih lagi berada di bazaar-bazar ramadhan untuk membeli juadah mereka. Penjual juga masih lagi melayan pelanggan tanpa terus berbuka walaupun azan maghrib telah berkumandang. Ibu-ibu di rumah pula masih berada di dapur menyiapkan juadah berbuka puasa ketika azan maghrib bergema. Ini kerana melewat-lewatkan berbuka puasa adalah amalan Yahudi dan Kristian.

Persiapan seharusnya dilakukan dengan segera agar seruan Rasulullah s.a.w untuk kebaikan umatnya dapat diamalkan sebaiknya. Rasulullah telah bersabda di dalam satu hadithnya yang dilaporkan oleh Abu Daud & Ibn Majah yang sanadnya berstatus hasan seperti yang dinilai oleh al-Albani r.h:

قال النبي صلى الله عليه وسلم : " لا يزال الدين ظاهراً ما عجل الناس الفطر لأن اليهود والنصارى يؤخرون "
Agama ini akan sentiasa zahir (jelas) selagi mana umatnya menyegerakan berbuka puasa, ini kerana orang-orang Yahudi dan Kristian, mereka melewat-lewatkannya.

Dikeluarkan dari Musannaf Abdul Razzak dan Fathul Bari (kitab syarah sahih al-Bukhari) ‘Amr Bin Maimun r.h berkata:

وقال عمرو بن ميمون الأودي رحمه الله : " كان أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم أسرع الناس إفطارا ًوأبطأهم سحوراً "
Sahabat-sahabat Rasulullah s.a.w adalah manusia yang paling cepat (ketika) berbuka puasa dan yang paling lewat (ketika) bersahur.

وعَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ أَبِي عَطِيَّةَ قَالَ :
دَخَلْتُ أَنَا وَمَسْرُوقٌ عَلَى عَائِشَةَ فَقُلْنَا يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ : رَجُلانِ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحَدُهُمَا يُعَجِّلُ الإِفْطَارَ وَيُعَجِّلُ الصَّلاةَ ، وَالآخَرُ يُؤَخِّرُ الإِفْطَارَ وَيُؤَخِّرُ الصَّلاةَ ..
قَالَتْ : أَيُّهُمَا الَّذِي يُعَجِّلُ الإِفْطَارَ وَيُعَجِّلُ الصَّلاةَ ؟
قَالَ قُلْنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ مَسْعُودٍ .
قَالَتْ كَذَلِكَ كَانَ يَصْنَعُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .
Dari Abi ‘Atiyyah katanya: Aku dan Masruq telah bertemu Ummu al-Mu’minin r.anha dan kami berkata kepadanya: “Dua orang lelaki dari sahabat Muhammad s.a.w, salah seorang darinya mempercepatkan berbuka dan mempercepatkan solat, manakala seorang lagi melewatkan berbuka dan melewatkan bersolat...” Ummu al-Mu’minin berkata: “Siapakah diantara mereka berdua yang mempercepatkan berbuka dan menyegerakan bersolat?” Kami berkata: “Abullah iaitu Ibn Mas’ud.” Kata (Ummu al-Mu’minin): “Perbuatan (menyegerakan berbuka) Itulah yang telah dilakukan oleh Rasulullah s.a.w”.

Berbuka Dengan Beberapa Biji Kurma

Antara kaedah yang diajarkan oleh Rasulullah s.a.w adalah memulakan memakan beberapa biji kurma basah ketika berbuka puasa. Ini untuk memudahkan dirinya bersolat dalam keadaan tidak terlalu kenyang. Pernah diriwayatkan dari Anas Bin Malik, seperti yang dilaporkan oleh Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi katanya:

Rasulullah s.a.w apabila baginda berbuka puasa, baginda berbuka dengan beberapa biji kurma basah sebelum solat. Jika tiada kurma basah, baginda berbuka dgn kurma kering. Jika tiada kurma kering, baginda berbuka dengan beberapa teguk air.

Ini adalah sunnah Rasulullah s.a.w. Ramai diantara kita yang sering meninggalkan sunnah ini. Mereka menyegerakan berbuka puasa serta makan dan minum sehingga kekenyangan lalu melewatkan bersolat maghrib. Rasulullah makan dengan beberapa biji kurma, kemudian bersolat. Apabila Rasulullah s.a.w terasa lapar, Rasulullah s.a.w makan selepas baginda solat.

Tidur Qailulah

Nabi s.a.w mengajarkan kepada kita agar sentiasa cergas ketika berpuasa di siang hari dan bersemangat melakukan amal ibadat di malamnya. Antara kaedah yang diajar oleh Rasulullah s.a.w adalah dengan tidur sebentar sebelum solat zohor, perbuatan itu dinamakan dengan Qailulah. Ini untuk memudahkan kita bangun di waktu malam mengerjakan amal ibadat.

Rasulullah s.a.w bersabda dalam sebuah hadith yang dilaporkan oleh Ibn Majah:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ” اسْتَعِينُوا بِطَعَامِ السَّحَرِ عَلَى صِيَامِ النَّهَارِ وَبِالْقَيْلُولَةِ عَلَى قِيَامِ اللَّيْلِ “
Dari Ibnu Abbas r.a bahawa Nabi s.a.w telah bersabda; Carilah kekuatan melalui sahur untuk puasa keesokan hari dan melalui Qailulah (tidur sekejap sebelum Zohor) untuk mendirikan ibadah malam.

Apa yang terjadi hari ini pada sesetengah masyarakat kita, mereka tidak menerapkan sunnah ini bahkan perbuatan mereka menyalahi sunnah ini. Mereka terutama anak-anak muda menghabiskan waktu siangnya dengan tidur sepanjang hari dan hanya bangun untuk berbuka puasa sahaja. Berpuasa bukanlah bulan tidur kerana keletihan. Puasa adalah bulan untuk melakukan seberapa banyak amalan sunnah kerana padanya pahala dilipatgandakan.

Menjaga Lidah

Terlalu rugi jika kita berpuasa, tetapi tidak mendapat sedikitpun pahala dari amalan tersebut. Akibatnya, kita hanya mendapat lapar dan dahaga. Antara faktor berlaku kerugian rohani tersebut adalah kerana tidak menjaga lidah. Mengumpat, mencaci, mengeluarkan kata-kata kesat dan lucah, mengadu domba, banyak bercakap, berbohong, menyanyi lagu-lagu yang lagha juga dilakukan ketika berpuasa.

Umumnya perbuatan ini adalah perbuatan haram untuk dilakukan walaupun bukan pada bulan Ramadhan. Rasulullah s.a.w bersabda dalam sepotong hadith yang dilaporkan oleh Ahmad dan al-Tabarani:

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ , وَرُبَّ قَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ قِيَامِهِ السَّهَرُ
Ramai orang puasa, tetapi balasannya hanya lapar dan dahaga (tiada pahala) dan ramai orang berjaga malam (beribadah) balasannya hanyalah mengantuk (tiada pahala)

Rasulullah s.a.w bersabda lagi dalam sebuah hadith yang dilaporkan oleh Imam al-Bukhari:

وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ
Apabila seseorang daripada kamu berada dalam hari puasa, maka janganlah ia memaki dan mengherdik orang lain. Andainya ia dicela oleh seseorang atau dimusuhi, hendaklah ia berkata "Saya berpuasa".

Kemudian Rasulullah s.a.w bersabda lagi sepertimana yang dilaporkan oleh al-Bukhari, Abu Daud, Tirmidzi, Nasaie dan Ibn Majah:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah s.a.w bersabda : Sesiapa yang tidak menghentikan percakapan dusta dan terus melakukannya, Maka Allah s.w.t tidak mempunyai hajat pada orang tersebut untuk dia meninggalkan makan minumnya.

Memberi Makan Orang Yang Berpuasa

Antara amalan dan tips yang ditinggalkan oleh Rasulullah s.a.w untuk meningkat neraca kita adalah dengan cara menginfaqkan sedikit harta dengan menyediakan juadah berbuka puasa untuk mereka-mereka yang berpuasa. Terlalu besar ganjarannya seperti yang diberitahu Rasulullah di dalam hadith-hadith baginda yang mulia. Antaranya ialah seperti yang dilaporkan oleh Tirmidzi dan Ibn Majah:

Sesiapa yang memberi makan kepada orang yang berpuasa (untuk berbuka puasa), dia akan mendapat balasan pahala yang sama seperti pahala orang yang berpuasa itu tanpa dikurangkan sedikitpun daripadanya

Bagi mereka yang dijemput untuk berbuka puasa bersama, wajib baginya untuk memenuhi undangan tersebut. Ini kerana, berpuatan membelakangi undangan tersebut dicela oleh Rasulullah dan ianya seoalah-olah telah menentang Rasulullah s.a.w.

Adalah sunnah mereka yang dijemput untuk berbuka puasa mendoakan orang yang menjemput dengan doa-doa yang baik setelah selesai berbuka puasa. Antara doa yang telah diajar oleh Rasulullah s.a.w adalah seperti berikut:

  1. Ya Allah, berilah makan orang yang memberiku makan, dan berilah minum orang yang memberiku minum (riwayat Muslim).
  2. Ya Allah, Ampunkanlah mereka, rahmatilah mereka dan berkatilah apa yang telah kau rezekikan kepada mereka (riwayat Muslim).

Doa Ketika Berbuka Puasa

Nabi s.a.w memberitahu kepada kita bahawa berdoa ketika berbuka puasa adalah mustajab berdasarkan hadith-hadith sahih yang warid dari baginda s.a.w. Kita disyorkan untuk berdoa apa sahaja yang kita ingini ketika menunggu waktu tersebut. Rasulullah s.a.w bersabda seperti yang dilaporkan Tirmidzi, Ibn Majah dan Ibn Hibban:

إبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :ثلاثه لاترد دعوتهم : الأمام العادل , والصائم حتى يفطر , ودعوة المظلوم...
Tiga golongan yang tidak ditolak doa mereka: Pemimpin yang adil, Orang yang berpuasa sehingga dia berbuka, dan doa mereka yang dizalimi...

Rasulullah s.a.w juga mengajarkan cara berdoa ketika berbuka puasa. Berikut adalah doa yang baik untuk dibacakan oleh kita sebagai memenuhi tuntutan ittiba’ al-Sunnah. Imam al-Darulqutni menilai sanad hadith ini sebagai hasan. Doa tersebut adalah:

ذهب الظماء وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله تعالى
Telah hilang kehausan, telah basah urat-urat dan telah ditetapkan pahala-pahala insyaAllah.

Marilah sama-sama kita berpuasa sepertimana puasanya Rasulullah s.a.w dan para sahabat yang mulia. Semoga puasa kita pada tahun ini mampu mengubah dimensi hidup kita yang bercerminkan sunnah Rasulullah dalam beribadat. Perbanyakkanlah membaca al-Quran dan berzikir, nasihat menasihati serta berdakwah kepada Islam. Jadikan ramadhan kali ini penuh makna untuk diri kita dan masyarakat. Wallahu A’lam

Friday, July 29, 2011

AMALAN SEBELUM BERBUKA PUASA

Amalan yang baik sebelum berbuka puasa malah boleh diamalkan sebelum makan pada hari-hari lain ialah seperti berikut:

1. Baca al-Fatihah sebanyak 3x
2. Baca selawat 3x
3. Baca doa buka puasa seperti biasa

Sebelum memulakan bacaan itu, sediakan air minum berupa air bersih sama ada air suam yang sudah sejuk atau air mineral kadar segelas. Letakkan air tersebut di hadapan kita dan bacalah semua bacaan itu sebelum berbuka puasa.

Perlu diingat, ambil masa untuk membaca itu kadar lima minit atau 10 minit sebelum masuk waktu berbuka puasa. Untuk itu kumpulkan semua sekeluarga di hadapan makanan. Dan ajaklah mereka mengamalkan amalan yang sama.

Jika habis membaca doa itu sedangkan waktu belum masuk, ulangi lagi bacaan doa buka puasa beberapa kali sehingga masuk waktu. Dan apabila masuk waktu gunakan air itu untuk berbuka puasa. Selepas itu barulah mengambil kurma dan yang lainnya.
Selamat beramal, semoga anda sihat dan berpahala.
3X
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنَ. اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّآلِيْنَ. آمِيْنَ
3X
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىْ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ مُحَمَّدٍ
3X
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلى رِزْقِكَ اَفْطَرْتُ، بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى بَرَكَةِ اللَّهِ

Thursday, July 28, 2011

11 AMALAN SUNNAH BULAN RAMADAN


"Adalah penting bagi kita untuk mengetahui kalam Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam dalam bab kaifiat dan fadhilat ibadah.

Ini kerana ia merupakan janji benar yang menjadi jaminan yang kukuh untuk kita berpegang dengannya. Menjadi sumber motivasi buat orang-orang yang beriman.

Berikut adalah beberapa hadith Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam yang menerangkan kepada kita bagaimana untuk mendapatkan impak maksima dari kebaikan Ramadhan.

Saya telah memetiknya dari kitab Riyadhus-Solihin susunan Imam an-Nawawi dan kitab Feqh as-Sunnah susunan Sheikh Sayyid Sabiq. Semoga kita semua dapat mengamalkannya, insyaALLAH.

1. Keutamaan Sahur Dan Mentakhirkannya Selama Tidak Khuatir Akan Terbitnya Fajar
Dari Anas radhiAllahu ‘anhu, bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bersahurlah kamu sekalian kerana sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat barakah.” (HR Bukhari & Muslim)
Dari Zaid bin Tsabit radhiAllahu ‘anhu berkata: “Kami sahur bersama-sama dengan Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam, kemudian kami melaksanakan solat.” Ada seseorang bertanya: “Berapa lama antara sahur dengan solat itu?” Ia menjawab: “Kira-kira 50 ayat.” (HR Bukhari & Muslim)
Dari ‘Amr bin ‘Ash radhiAllahu ‘anhu, bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kelebihan puasa kami dan puasa ahli Kitab adalah adanya makan sahur.” (HR Muslim)
2. Segera Berbuka Puasa Apabila Sudah Masuk Waktu Berbuka
Dari Sahl bin Sa’d radhiAllahu ‘anhu bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Manusia itu selalu dalam kebaikan selama mereka segera berbuka puasa.” (HR Bukhari & Muslim)
Dari Anas radhiAllahu ‘anhu berkata: “Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam sentiasa berbuka dengan beberapa biji ruthob (kurma yang baru masak) sebelum solat. Jika tidak ada ruthob (kurma yang baru masak), maka beliau sallAllahu ‘alaihi wasallam berbuka dengan tamar (kurma yang sudah kering). Jika tidak tamar (kurma yang sudah kering), maka beliau sallAllahu ‘alaihi wasallam meneguk air beberapa teguk.” (HR Abu Daud dan At-Turmudzi)
3. Berdo’a sepanjang berpuasa dan ketika berbuka.
Diriwayatkan oleh Turmudzi dengan sanad yang hasan, bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada 3 golongan yang tidak ditolak do’a mereka, iaitu orang yang berpuasa sehingga dia berbuka, pemimpin negara yang adil dan orang yang teraniaya.”

4. Menjauhi perkara-perkara yang bertentangan dengan ibadah puasa.
Dari Abu Hurairah radhiAllahu ‘anhu bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alahi wasallam bersabda: “Puasa itu adalah perisai, oleh kerana itu, apabila salah seorang di antara kamu sekalian berpuasa maka janganlah berkata kotor dan janganlah bertengkar/berteriak. Apabila ada seseorang yang mencaci-maki atau mengajak berkelahi, maka hendaklah ia berkata: “Sesungguhnya aku sedang berpuasa””. (HR Bukhari & Muslim)
Abu Hurairah radhiAllahu ‘anhu berkata bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak memerlukan ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR Bukhari)
5. Bersiwak atau menggosok gigi.
Amir bin Rabi’ah berkata, “Saya melihat Nabi sallAllahu ‘alaihi wasallam bersiwak dan beliau pada saat itu sedang berpuasa. Kerana seringnya, maka saya tidak dapat membilang dan menghitungnya.” (HR Bukhari)
Abu Hurairah radhiAllahu ‘anhu mengatakan bahwa Nabi sallAllahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Andaikan tidak memberatkan umatku, niscaya mereka kuperintahkan bersiwak pada setiap kali berwudhu.” (HR Bukhari)
6. Bermurah hati dan banyak menderma.
Dari Ibnu Abbas radhiAllahu ‘anhu katanya: “Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam adalah seorang yang paling dermawan, dan sifat dermawannya itu lebih menonjol pada bulan Ramadhan yakni ketika ditemui Jibril. Biasanya Jibril menemuinya pada setiap malam bulan Ramadhan, dibawanya mempelajari al-Quran. Maka Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam lebih murah hati melakukan kebaikan dari angin yang bertiup.” (HR Bukhari)
7. Menggandakan amalan membaca dan mempelajari al-Quran.
(Hadith Ibnu Abbas di atas menyatakan bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam bertadarus (mempelajari al-Quran) dengan Jibril pada setiap malam Ramadhan.)
Membaca al-Quran adalah amalan biasa ummat Islam, tetapi sempena bulan Ramadhan, hendaklah kita tumpukan betul-betul dan menggandakannya. Para ulama apabila tibanya bulan Ramadhan akan memberhentikan kuliah yang diajar mereka dan menumpukan kepada mempelajari al-Quran. Membaca untuk memahami al-Quran yakni mentadabbur al-Quran adalah lebih utama dari membaca laju untuk mengkhatamkannya beberapa kali pada bulan Ramadhan.
8. Memberi makan untuk berbuka puasa.
Dari Zaid bin Khalid Al-Juhanny radhiaAllahu ‘anhu, bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang memberi makan untuk berbuka orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu dengan tidak mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu.” (HR At Turmudzy)
9. Mendirikan malam dengan solat sunnat (solat Tarawih)
Dari Abu Hurairah radhiAllahu ‘anhu, bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Barangsiapa yang mengerjakan solat sunnat pada malam bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala dari ALLAH, maka akan diampunilah dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari & Muslim)
10. Giat beribadah pada 10 hari terakhir Ramadhan
Aisyah radhiAllahu ‘anha berkata: “Bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam apabila masuk sepuluh terakhir bulan Ramadhan. diramaikannya waktu malam, dibangunkannya ahli keluarganya dan diikat erat kain sarungnya.” (HR Bukhari & Muslim)
11. Beriktikaf pada 10 terakhir Ramadhan.
Dari Ibnu Umar radhiAllahu ‘anhu berkata: “Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam selalu beriktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR Bukhari & Muslim)
Dari Aisyah radhiAllahu ‘anha berkata: “Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam selalu beriktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sehingga Beliau sallAllahu ‘alaihi wasallam dipanggil ALLAH Ta’ala, kemudian setelah beliau sallAllahu ‘alaihi wasallam wafat, isteri-isterinya meneruskan kebiasaan Beliau itu.” (HR Bukhari & Muslim)

Semoga kita semua dapat mengambil pengajaran yang besar dari hadith-hadith Nabi sallAllahu ‘alaihi wasallam di atas. Janganlah dilepaskan peluang untuk mendapatkan pahala yang besar hasil dari usaha kita untuk bersungguh-sungguh melaksanakan sunnah di atas.

Selain dari sunnah yang telah dinyatakan di atas, jangan lupa dan meremehkan lain-lain sunnah Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam seperti senyum, beri salam, solat jamaah di masjid, berbuat baik kepada ahli keluarga dan jiran, beri tadzkirah, merendah diri dan lain-lain.

Mudah-mudahan hidayah dan taufiq menyinari hati dan jiwa kita semua dan mudah-mudahn melekat ke dada kita semua akan nilai besar Taqwa, amin.